Home >> Tips >> Travelling Naik Mobil Pribadi Bersama Bayi
Travelling Naik Mobil Pribadi Bersama Bayi
Yaiiiy, lebaran sebentar lagi!
Makmod DepeZahrial /
Fri Jul 2015, 04:07
Yaiiiy, lebaran sebentar lagi

Lebaran sebentarrr lagiiii *nyanyi*
Buat mama kece dan papa ganteng yang mau ajak bayi-balita-nya jalan darat buat ketemu nenek kakek dan kerabat tercinta dikampung halaman nun jauh di sono, saya mau sharing sedikit apa yang penting dilakukan saat ngajak anak batita saya pulang kampung dari Tangerang ke Jateng yah!

1. Tata mobil senyaman mungkin untuk anak (!!!!)
Nggak ada yang lebih bikin setres di jalan selain bayi atau anak kecil yang cranky karena merasa nggak nyaman duduk kelamaan. Anak kecil perlu space luas buat geluntungan, selonjoran, main supaya nggak bosen. Kami pilih pakai mobil pribadi kalo jalan darat, karena lebih leluasa ngaturnya.
Mobil keluarga kami kebetulan tipenya van karena mereknya a-VAN-za (halah). Setiap kami akan melakukan perjalanan bareng anak waktu dia masih batita, kami selalu bongkar bagian tengahnya, mengalasi dengan beberapa papan dan selimut tebal, lalu menaruh kasur dan finishingnya jarik batik tulis yang adem untuk sepreinya. Jangan lupa bawa bantal dan mainan kesukaan anak supaya anteng dan (diharapkan) nggak rewel. Mungkin kayaknya nggak aman ya, anak nggak ditaroh car-seat, nggak dipakein sabuk pengaman. Tapi percaya, deh. Anak akan nggak mudah bosan di perjalanan, kita juga bisa sekalian njagain (baca: selonjoran) di belakang sana. 


2 . Pilih jam perjalanan yang "tenang"
Kalo saya dan suami seneng jalan lewat tengah malam supaya sampai di tujuan sekitar jam 10-11 siang. Anak masih tidur saat dibawa perjalanan (jadi suasana tenang dan damai), pagi hari anak masih segar, nggak rewel,  dan nggak terlalu lama di perjalanan.

3. Berhenti sesuai kebutuhan anak.
Tangerang-Semarang kalo normal jalan darat waktu tempuh normalnya cuman 12 jam. Paling buruk: 16 jam karena macet atau perlu bolak balik berhenti. Seringnya sih kita sampai di tujuan meleset dari perkiraan normal karena berhenti untuk anak yang harus ganti popok (saat masih bayi), minta pipis atau pup atau kombinasi keduanya (saat dia sudah lepas pospak), bapaknya pegel, ibunya perlu cemilan, beli oleh-oleh, atau berhenti karena... macet. Yang terakhir ini sih judulnya: yanaseeb...

Kalau perjalanan lebih dari 24 jam, disarankan untuk berhenti dan istirahat di penginapan, atau kalo kepepet banget, tidur di mobil deh.. kan di belakang ada space luas tuh :D
Pas udah mau jalan lagi, mampir pom bensin buat mandi biar seger. Eh tau nggak, di Tegal (kalo ga salah) ada lho pom bensin yang punya 55 kamar mandi bersih sampe masuk MURI segala (lhaa.. merambah deh tulisannya).

4. Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup.
Baik untuk bapak ibunya, ataupun untuk anak. Untuk bapak dan ibu bisa bawa aneka snack ringan (suami saya seneng snack yang "berisik" seperti kacang, keripik, to keep him awake :D), minuman dingin dipak dalam sebuah coolbox, dan beberapa sachet kopi atau susu untuk diseduh di warkop :D
Untuk mempersiapkan bekal makanan bayi (MPASI) dan balita coba baca tips-trik dari buku kece komunitas Mamaku Koki Handal yang judulnya "MPASI Travelling Cihuy!" yang ada di toko buku :D

Coba juga follow Instagram @MamaKokiHandal dan cari tagar #MPASITravellingCihuy, yah!

5. Miliki stok SABAR yang banyak.
Jalan darat itu cuapekkkkkk bener. Tapi menyenangkan! Kita bisa merencanakan untuk berhenti di tempat-tempat wisata juga, lho! Selain itu bisa foto dipinggir sawah, mampir ke resto terkenal sambil istirahat di sana trus foto-foto (tetep), dan mendokumentasikan perjalanannya :D

Persiapan lain sih ya standart lah ya: Cek kesiapan mobil, kalo perlu bawa ke bengkel dulu untuk tune up semuanya, supaya di jalan lancar jaya! Bawa kotak P3K yang lengkap isinya, obat-obatan anak (parcet), Tolak Angin Cair (hahahaha.. andalan emaknye), koyo (jompo yah..), Vicks VapoRub, Zambuk, tisu basah, persediaan air minum dan air biasa buat cebok anak kecil kalo kebelet banget dan harus pipis di jalan :D

HAPPY MUDIK, KELUARGA KECE!!

comments powered by Disqus