Home >> Faq >> Tentang Penghindaran Penambahan Garam & Gula
Tentang Penghindaran Penambahan Garam & Gula
Topik ini sering menjadi perdebatan antara kita dan ibu kita atau bahkan teman dan tetangga sebelah rumah. Makanan bayi kenapa sih disarankan untuk ditambahi garam dan gula, anyep tauuu!
d e p e z a h r i a l /
Mon May 2014, 02:05
Buku MPASI Perdana Cihuy!

Topik ini sering menjadi perdebatan antara kita dan ibu kita atau bahkan teman dan tetangga sebelah rumah (*_*)

Kenapa sih mba, gula dan garam itu sebaiknya tidak ditambahkan pada makanan bayi yang berumur kurang dari 12 Bulan? Yuk disimak...

Garam (NaCl) dan Gula (Glukosa, sukrosa, dekstrosa, sirup jagung) merupakan bahan yang tidak perlu ditambahkan dalam makanan pendamping ASI/makanan padat bayi kita.

Pada dasarnya tubuh memerlukan sodium (dimana zat ini terdapat pada garam) untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, namun sumber sodium itu sebetulnya tidak hanya berasal dari garam namun juga hadir dalam produk susu, ASI, roti, serealia, dan daging. Untuk memperjelas kebutuhan sodium bayi, mari kita lihat tabel berikut:


Kita bisa melihat betapa “minimal”nya kebutuhan sodium untuk bayi dibawah setahun, 1 gram garam/0.4 gram sodium. Tentu semuanya bisa didapat secara alami dan tercukupi terutama dari ASI plus makanan/diet yang seimbang. Jadi Ibu tidak perlu khawatir dan kerepotan menambahkan garam lagi dalam masakan.

Rasa asin dari garam hanya memperberat kerja organ dalam bayi yang masih lembut serta memuaskan selera kita sebagai orang tua, atau neneknya (^_^)

Gula, baik sebagai sumber energi, dan menambah kalori makanan. NAMUN gula pun ada 2 macam. Gula baik dan gula buruk. Gula baik adalah gula yang dilepaskan secara perlahan dalam aliran darah, sehingga tidak menimbulkan sugar rush dan diserap perlahan. Contoh gula ini adalah gula buah/fruktosa. Kalau memang ingin memberikan sesuatu yang "manis" bagi bayi kita, ambil saja dari makanan yang memang manis alami. Seperti buah-buahan, ubi, labu. Anak akan belajar "ooh, ini yang namanya manis" alami. Bukan manis giung. Ada saatnya kok anak kita nanti ketemu. 

Takut Gondokan karena kekurangan yodium...? Tenang saja, yodium juga tidak hanya terdapat pada garam kok. Dalam ikan laut, daging, sayur dan buah juga ada. Dan kalau masih aktif menyusu, yodium juga ada dalam ASI dan susu formula yang sudah diformulasi sedemikianrupasehingga.

Gula yang buruk (bagi anak-anak) adalah glukosa, dekstrosa, sukrosa, sirup jagung. Madu sebetulnya baik untuk kesehatan karena penuh dengan zat gizi. Hanya saja, madu juga dimungkinkan sebagai sarana berkembangnya bakteri Clostridium botolinum. Begitu juga sirup jagung. Jadi silakan tunda hingga umur 1 tahun saat daya tahan tubuh dan pencernaan bayi lebih kuat.

Intinya, mama kece harus (WAJIB) rajin baca aneka resep untuk memperkaya variasi makanan pendamping ASI/Sufor untuk bayi. Supaya bisa bikin makanan yang sehat alami bervariasi serta cukup nutrisi :) Sumbernya banyak kok. Buku, web, tanya pengalaman mama-mama kece yang sudah berhasil berjuang bikin makanan enak yang rasanya alami.

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us
Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)


Salam Cihuy!

 

Kalo micin, boleh nggak ditambahin ke makanan bayi? Coba cek di TAUTAN INI, ya Mama :)

comments powered by Disqus